Email: cs@halobookstore.com
Tlp/WA: +62 856-0794-8838
Beranda » Blog » 3 Alasan Kenapa Kamu Perlu Menekuni Pentigraf Beserta Contohnya

3 Alasan Kenapa Kamu Perlu Menekuni Pentigraf Beserta Contohnya

3 alasan kenapa kamu perlu menekuni pentigraf beserta contohnya

Pentigraf atau cerpen tiga paragraf merupakan karya sastra gaya baru yang digagas oleh Dr. Tengsoe Tjahjono. Pentigraf yang terdiri dari 7, 3 dan 9 kalimat dalam tiap-tiap paragraf ini belakangan begitu digandrungi oleh para penulis baik pemula maupun profesional.

Kendati demikian, meski hanya terdiri dari tiga paragraf saja, bukan berarti membuatnya semudah membalikkan telapak tangan. Semakin pendek sebuah tulisan, semakin tinggi tingkat kesulitannya karena harus merangkum tokoh, alur, setting konflik, dan twist ending hanya dalammaksimal 210 kata saja. Terkesan gampang-gampang susah, bukan?

3 Alasan Kenapa Kamu Perlu Menekuni Pentigraf

Menulis pentigraf memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas tulisan, maka menekuni pentigraf menjadi pilihan yang tepat untukmu. Di bawah ini akan aku uraikan beberapa alasan menekuni pentigraf agar niat dan semangat belajarmu makin kuat!

1. Pentigraf Cocok untuk Penyuka Tantangan

Menulis cerpen, flash fiction, atau sejenisnya mungkin sudah biasa. Aturan penulisan dalam beberapa karya sastra tersebut kurang lebih serupa. Lain halnya dengan pentigraf, ia  memiliki aturan penulisan tersendiri yang dapat menantang si penulis.

Menulis cerita singkat namun kompleks agaknya mendorong si penulis berpikir lebih ekstra. Dengan menekuni pentigraf, kamu bisa menulis tanpa takut terhakimi karena tulisan yang semula sukar dinarasikan pada akhirnya akan lebih mudah.

Paragraf awal mendorong si penulis untuk membuat tulisan sebanyak 7 kalimat dengan menarik, mengundang rasa penasaran dan menyisipkan beberapa unsur intrinsik di dalamnya.

Pada paragraf kedua mengharuskan penulis untuk membuat alur maju dan menyelitkan unsur argumen sebanyak 3 kalimat. Tidak hanya sampai di situ saja, si penulis harus mengisi bagian itu dengan tidak menuliskan hal klise, lalu membuat narasi yang menampakkan karakter tokoh dengan kalimat yang tidak terlalu panjang.

The last but not least, paragraf terakhir yang berisi 9 kalimat adalah core-nya. Di dalamnya harus mencakup resolusi sebagai penutup dan membuat twist di sana. Tujuannya agar pembaca terkejut dan terkesima. Bagaimana? Cukup menantang, kan?

2. Pentigraf Menjadi Wadah Mendalami Plot Twist

Plot twist merupakan alur yang diputar agar memberi efek kejutan. Plot twist akan menarik kesan positif pembaca terhadap sebuah tulisan. Dalam pentigraf, plot twist pada paragraf terakhir atau twist ending merupakan komponen yang sangat penting.

Karena sangat penting, maka dalam menggubahnya perlu kreativitas dan kapabilitas dalam mengola kata. Kamu bisa membaca beberapa literatur rekomendasi yang mengandung plot twist agar dapat memotivasi kamu dalam menciptakannya.

Semakin kamu menekuni pentigraf, semakin kamu terbiasa dalam menciptakan twist ending. Hal hebat memang butuh waktu. Maka dari itu, nikmati proses belajarmu dalam menekuni pentigraf ini.

3. Mempelajari Kalimat Efektif Melalui Pentigraf

Dalam menulis, si penulis seyogianya mampu menguasai cara menulis tanpa bertele-tele. Jika tidak jadi perhatian, maka hal tersebut akan sangat menggangu kualitas tulisan dan menggoyahkan kredibilitas penulis.

Tulisan yang baik adalah yang enak dibaca sehingga penggunaan Kalimat efektif merupakan salah satu pendukungnya. Dalam pentigraf, si penulis perlu menggunakan kalimat ekfektif agar isi cerita dapat tersampaikan tanpa melebihi batas kata yang ditentukan.

Contoh Pentigraf

Berikut ini contoh pentigraf yang sesuai dengan aturannya.

Sudah sebulan Rani mengunjungi perpustakaan tua di kotanya. Ia datang tanpa absen sehari pun. Alasan mengapa ia datang setiap hari adalah karena pertemuan singkat tanpa sengaja dengan sosok perempuan yang muncul dari balik dinding. Perempuan itu mengenakan pakaian aneh yang tidak pernah ia lihat selama ini. Awalnya, ia merinding. Namun, setelah pertemuan pertama itu, adrenalinnya terpacu untuk mengungkap misteri. Dengan tekad yang bulat, ia menghabiskan waktu seharian untuk menunggu.

“Dek, ngapain kamu duduk di lantai? Kan ada tempat duduk di situ,” Ucap salah satu pegawai perpustakaan sembari menunjuk ke arah kursi-kursi yang berjejer di depan meja baca. “Nyari suasana baru, pak.” Ucap Rani seraya menyengir.

“Hari ini akan jadi yang terakhir,” Gumamnya. Ia ingin menyerah karena yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Rani mulai meragukan penglihatannya waktu itu yang bisa jadi hanya halusinasi. Tepat di ambang keputusasaan, apa yang ditunggu Rani selama ini akhirnya muncul kembali. Kali ini, perempuan itu menoleh ke arah Rani dan tidak menghilang dengan cepat seperti di awal. Rani kaget bukan kepalang. Ia seperti melihat dirinya sendiri dengan raga berbeda. Ia berpikir konyol bahwa bisa saja perempuan itu adalah saudara kembarnya. Namun, perempuan itu melangkah maju dan berbisik, “Rani, aku adalah Rani dari masa depan. Bisakah kamu pergi bersamaku? Aku sedang dalam masalah besar”.

Demikianlah pembahasan mengenai alasan kenapa kamu perlu menekuni pentigraf beserta contohnya. Menciptakan tulisan yang baik membutuhkan proses dan jam terbang tinggi. Maka dari itu, tekunlah mendalami karya sastra ini agar memberikan impak positif untukmu. Semangat ya!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko