Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Fungsi, hingga Kaidah Kebahasaan

Teks laporan hasil observasi merupakan salah satu jenis teks yang akan kamu pelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Di dalamnya memuat pembahasan mengenai pengertian, ciri, struktur, tujuan, kaidah kebahasaan, hingga fungsi teks laporan hasil observasi.
Observasi sendiri juga dapat disebut sebagai pengamatan. Di mana pengamatan berarti lebih dari sekadar tahu atau melihat saja, tetapi juga memperhatikan dan menganalisis hal-hal penting yang ada pada objek subjek atau objek yang diamati.
Teks Laporan Hasil Observasi: Pengertian, Ciri, Struktur, Fungsi, hingga Kaidah Kebahasaan
Untuk memahami lebih dalam topik tentang teks laporan hasil observasi, artikel kali ini akan fokus membahas pengertian, ciri-ciri, struktur, tujuan, kaidah kebahasaan, hingga fungsi teks laporan hasil observasi. Yuk, simak pembahasan selengkapnya pada uraian berikut!
Pengertian dari Teks Laporan Hasil Observasi
Sebelum membahas pengertian teks laporan hasil observasi, mari kita pahami lebih dahulu definisi masing-masing, yaitu definisi kata “laporan” dan “observasi”.
Menurut KBBI, kata “laporan” berarti segala sesuatu yang dilaporkan atau berita, sedangkan kata “observasi” memiliki makna peninjauan yang dilakukan secara cermat.
Berdasarkan pengertian kedua kata tersebut, dapat disimpulkan bahwa laporan teks hasil observasi adalah teks yang berisi informasi tentang hasil penelitian atau pengamatan terhadap sebuah objek yang diamati.
Sementara itu, dalam bukunya yang berjudul “Dasar-dasar Keterampilan Bersastra”, Kosasih mengemukakan pendapatnya bahwa teks laporan hasil observasi adalah teks yang menjelaskan informasi atau data dari hasil analisis secara sistematis dan terstruktur sesuai dengan bidang keilmuan yang dikuasai oleh peneliti atau pengamat.
Agar lebih mudah dipahami oleh para pembaca, teks laporan hasil observasi harus disusun secara sistematis, jelas, dan terstruktur. Laporan hasil observasi juga harus disusun berdasarkan data dan fakta yang ditemukan di lapangan karena nantinya akan digunakan sebagai sumber informasi yang valid.
Ciri-Ciri Teks Laporan Observasi
Salah satu fungsi teks laporan observasi ialah dapat dijadikan sebagai sumber informasi terpercaya. Oleh karenanya, teks ini memiliki ciri-ciri yang dapat membedakannya dengan jenis teks yang lain. Berikut lima ciri teks laporan hasil observasi:
1. Aktual
Aktual berarti teks laporan hasil observasi harus mengangkat tema yang terkini atau terbarukan. Dalam artian, isu-isu yang dibahas masih hangat diperbincangkan di tengah masyarakat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
2. Faktual
Ciri lainnya dari teks laporan hasil observasi ialah bersifat faktual. Artinya, teks ini disusun berdasarkan fakta yang ditemukan oleh pengamat selama proses pengamatan.
3. Universal
Teks laporan hasil observasi juga memiliki ciri universal, objektif, dan global. Hal ini berarti teks laporan hasil observasi tidak membahas satu topik secara fokus dan spesifik.
4. Berkesinambungan
Ciri berikutnya dari teks laporan hasil observasi yaitu bersifat berkesinambungan. Artinya, antara bab dan subbab yang ditulis dalam laporan hasil observasi harus saling berkaitan agar pembaca bisa memahami isinya dengan baik.
5. Objek tunggal
Terakhir, teks laporan hasil observasi memiliki ciri lainnya dilihat dari objek yang dibahas. Yang mana, teks laporan hasil observasi membahas secara lengkap mengenai objek tunggal. Dengan begitu, pembaca bisa memperoleh informasi bermanfaat berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh pengamat.
Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi

Selain sebagai sumber informasi yang terpercaya, fungsi teks laporan hasil observasi juga masih banyak lagi yang lainnya. Berikut ini beragam fungsi teks laporan hasil observasi yang perlu kamu ketahui:
1. Sebagai tugas
Fungsi laporan hasil observasi yang pertama yaitu sebagai laporan tugas berupa kegiatan mengamati objek tertentu. Maka, setiap informasi yang disampaikan di dalam laporan hasil observasi harus merupakan informasi yang valid atau sesuai dengan apa yang ditemukan oleh peneliti atau penulis di lapangan. Dengan begitu, laporan hasil observasi bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2. Sebagai sumber informasi yang terpercaya dan valid
Berikutnya, teks laporan hasil observasi memiliki fungsi sebagai sumber informasi yang valid dan terpercaya. Hal ini dikarenakan laporan hasil observasi didapatkan setelah melalui serangkaian proses pengamatan yang cukup panjang untuk memastikan informasi yang diperoleh benar-benar akurat dan terbukti kredibilitasnya.
3. Sebagai dokumentasi
Selain sebagai sumber informasi yang valid, teks laporan hasil observasi juga memiliki fungsi sebagai dokumentasi. Dalam hal ini, teks laporan hasil observasi dapat digunakan sebagai referensi untuk mengkaji topik penelitian yang relevan.
4. Sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan
Terakhir, teks laporan hasil observasi dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan atau memperoleh solusi untuk mengatasi suatu permasalahan. Untuk itu, peneliti atau pengamat perlu melakukan observasi secara mendalam dengan menerapkan kode etik penelitian.
Struktur Teks Laporan Observasi
Setelah mempelajari pengertian, ciri-ciri, dan fungsi teks laporan hasil observasi, berikut ini pembahasan tentang struktur teks laporan hasil observasi yang juga perlu kamu pahami:
1. Pernyataan umum
Struktur teks laporan hasil observasi yang pertama adalah pernyataan umum. Pada bagian ini, peneliti atau pengamat perlu memberikan pernyataan umum terkait objek yang diamati. Misalnya, informasi mengenai asal-usul, sejarah, atau pernyataan umum lainnya yang relevan dengan objek yang diobservasi.
2. Deskripsi bagian
Setelah pernyataan umum, struktur dari teks laporan hasil observasi yang kedua ialah deskripsi bagian. Pada deskripsi bagian ini memuat informasi secara lebih rinci mengenai objek yang diamati.
3. Kesimpulan
Struktur teks laporan hasil observasi yang terakhir yaitu kesimpulan. Kesimpulan ini memuat inti dari hasil observasi yang dilakukan. Untuk membuat kesimpulan yang baik maka perlu menggunakan bahasa yang jelas dan singkat agar mudah dimengerti oleh pembaca.
Tujuan Disusunnya Teks Laporan Observasi
Disusunnya teks laporan observasi memiliki cukup banyak tujuan, yaitu sebagai berikut:
- Memberikan alternatif solusi atas permasalahan yang sedang terjadi.
- Menyampaikan informasi tentang perkembangan yang ada.
- Menemukan metode atau teknik baru.
- Menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
- Mengawasi dan memperbaiki metode atau teknik yang sudah ada agar terus berkembang.
Kaidah Kebahasaan dalam Teks Laporan Hasil Observasi
Nah, setelah memahami pengertian, ciri-ciri, struktur, tujuan, dan fungsi teks laporan hasil observasi, poin penting lainnya tentang teks laporan hasil observasi ialah kaidah kebahasaan yang digunakan. Berikut penjelasan selengkapnya:
- Menggunakan kata hubung atau konjungsi untuk menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat. Sebagai contoh, atau, dan sedangkan, tetapi, supaya, dan lain-lain.
- Menggunakan kata sifat atau adjektiva untuk menginformasikan situasi, keadaan, sifat orang ataupun sifat binatang. Misalnya, sangat pandai, paling kotor, bersih sekali, dan lain sebagainya.
- Menggunakan kata kerja atau verba yang menyatakan perbuatan atau tindakan. Contohnya, melakukan, membuat, memiliki, memperoleh, dan lain-lain.
- Menggunakan kalimat simpleks dan kalimat kompleks. Yang mana, kalimat simpleks terdiri dari satu struktur kalimat, sedangkan kalimat kompleks mempunyai lebih dari satu verba atau predikat.
- Menggunakan sinonim atau persamaan kata dan antonim atau lawan kata. Contohnya, tinggi antonimnya rendah, panjang antonimnya pendek, pandai sinonimnya pintar, dan masih banyak lagi lainnya.
Nah, itulah tadi pembahasan tentang teks laporan hasil observasi, mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur, tujuan, kaidah kebahasaan, hingga fungsi teks laporan hasil observasi. Semoga penjelasan di atas bisa dengan mudah dipahami dan membantu memperjelas pemahamanmu tentang teks laporan hasil observasi, ya!


Tuliskan Komentar