Email: cs@halobookstore.com
Tlp/WA: +62 856-0794-8838
Beranda » Blog » 5 Kesalahan Saat Menulis Cerpen yang Harus Dihindari

5 Kesalahan Saat Menulis Cerpen yang Harus Dihindari

5 Kesalahan Saat Menulis Cerpen yang Harus Dihindari

Menulis cerpen adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Layaknya koki meracik bumbu untuk menciptakan hidangan lezat, menuangkan ide ke dalam cerpen yang memikat pun perlu kehati-hatian agar tidak menimbulkan kesalahan saat menulis cerpen.

5 Kesalahan Saat Menulis Cerpen yang Harus Dihindari

Namun, bagi pemula, alih-alih menjadi hidangan lezat, cerpen mereka terkadang malah terasa hambar. Salah satu penyebabnya adalah adanya kesalahan yang kerap dilakukan. Yuk, kita kenali lima kesalahan saat menulis cerpen yang harus dihindari!

1. Kurangnya Ide yang Jelas

Pernahkah kamu membuka kulkas dan bingung mau masak apa? Bingung menentukan ide cerita pun bisa seperti itu. Tanpa ide yang jelas, cerpenmu akan seperti sayur tanpa garam – hambar dan kurang fokus.

Ingin menuangkan cerita tentang persahabatan yang diuji, atau kisah detektif amatir yang nekat memecahkan kasus? Tuliskan benang merah ceritamu dengan jelas. Ini akan menjadi kompas yang membantumu mengembangkan cerita tanpa tersesat ke lautan narasi yang tak berarah.

2. Plot yang Lemah

Plot adalah rangkaian peristiwa yang menjadi tulang punggung cerpenmu. Bayangkan plot seperti resep masakan. Tanpa resep yang tepat, masakanmu bisa jadi terlalu hambar atau malah gosong.

Plot yang lemah akan membuat cerpenmu datar dan membosankan. Pastikan plotmu memiliki konflik yang memancing rasa penasaran pembaca. Adalahkah tokoh utamamu menghadapi dilema yang pelik?

Akankah dia berhasil memecahkan misteri yang menyelimuti hidupnya? Tingkatkan ketegangan dengan rintangan yang menghadang sang tokoh, dan buat pembaca bertanya-tanya bagaimana nasibnya di klimaks cerita.

3. Karakter yang Tidak Berkembang

Pernahkah kamu bertemu orang yang ceria sepanjang hari, atau orang yang selalu murung? Tokoh cerpen yang datar seperti itu akan membuat pembaca sulit bersimpati. Karakter yang baik adalah karakter yang hidup.

Seperti halnya kita, tokohmu bisa mengalami perubahan emosi dan menghadapi dilema. Misalnya, seorang remaja yang awalnya pemalu berubah menjadi pemberani setelah melawan ketidakadilan. Kembangkan karaktermu dengan emosi dan motivasi yang jelas sehingga pembaca bisa ikut merasakan perjuangan dan perubahan mereka.

4. Bahasa yang Berantakan

Bahasa yang baik adalah penyedap dalam masakan cerpenmu. Dengan menggunakan bahasa yang tepat akan membuat ceritamu terasa gurih dan mudah dicerna. Sebaliknya, bahasa yang berantakan akan membuat pembaca kesulitan memahami pesan yang ingin kamu sampaikan.

Hindari penggunaan kata-kata klise dan kalimat yang bertele-tele. Pilih kata-kata yang lugas dan sesuai dengan konteks cerita.

Misalnya, alih-alih menulis “matahari bersinar dengan terang,” kamu bisa menulis “sinar mentari menusuk menembus dedaunan.” Dengan pemilihan kata yang tepat, kamu bisa menghidupkan suasana dan membuat imajinasi pembaca terastimulasi.

5. Kurangnya Editing dan Proofreading

Pernahkah kamu menyantap hidangan yang lezat namun ada sepotong cabai rawit tergigit di dalamnya? Kesalahan ejaan, tanda baca, dan grammar seperti cabai rawit yang mengganggu kenikmatan pembaca.

Setelah menyelesaikan cerpen, penting untuk melakukan editing dan proofreading dengan cermat. Pastikan ceritamu bebas dari kesalahan-kesalahan tersebut.

Manfaatkan fitur editing pada program penulisan atau mintalah bantuan orang lain untuk membaca dan mengoreksi karyamu. Dengan cerpen yang bersih dan enak dibaca, pembaca akan lebih bisa larut dalam duniamu.

Tips Menghindari Kesalahan Saat Menulis Cerpen:

  • Buatlah outline atau kerangka cerita sebelum mulai menulis.
  • Bacalah banyak cerpen dari berbagai penulis untuk mendapatkan inspirasi gaya bahasa dan plot yang menarik.
  • Bergabunglah dengan komunitas penulis untuk mendapatkan masukan dan saran dari sesama penulis.
  • Jangan takut untuk bereksperimen dan mencoba berbagai gaya penulisan.
  • Yang terpenting, teruslah berlatih dan jangan mudah menyerah. Menulis cerpen membutuhkan jam terbang dan ketekunan.

Ingatlah bahwa menulis adalah proses kreatif yang harus dinikmati. Layaknya koki yang terus berinovasi, teruslah belajar dan ciptakan resep cerpenmu sendiri. Jangan terlalu terpaku pada aturan dan teknik, yang terpenting adalah kamu dapat mengekspresikan diri dengan bebas dan menghasilkan karya yang kamu banggakan dan terhindar dari kesalahan saat menulis cerpen.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko