Pengertian Dialog Tag, Macam-Macam, Cara Menulis, dan Contoh

Dalam penulisan karya fiksi, dialog tag menjadi salah satu elemen penting yang tidak boleh penulis abaikan. Baik karya fiksi berupa cerpen, novel, atau yang lainnya, adanya dialog tag membantu menghidupkan karakter tokoh dan suasana cerita.
Nah, bagi kamu yang baru terjun ke dunia kepenulisan fiksi, sudah tahukah pengertian dialog tag dan cara membuatnya? Jika belum, artikel kali ini cocok untuk kamu simak sampai akhir!
Pengertian Dialog Tag, Macam-Macam, Cara Menulis, dan Contoh
Pertanyaan seputar apa itu dialog tag, apa pentingnya, apa saja macam-macamnya, bagaimana cara menulis, hingga contohnya akan kamu temukan jawabannya lengkapnya dalam artikel ini. Yuk, simak!
Pengertian Dialog Tag
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “dialog” memiliki dua makna, yaitu percakapan (dalam sandiwara, cerita, dan sebagainya); dan karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih.
Sementara itu, pengertian dialog tag adalah frasa yang bisa menjadi penunjuk siapa yang mengucapkan suatu dialog, bagaimana gaya bicaranya, dan dalam konteks apa percakapan atau dialog tersebut diucapkan.
Jadi, dialog dan dialog tag adalah dua elemen berbeda dalam penulisan karya fiksi. Jika dialog berupa kata-kata atau kalimat yang secara langsung diucapkan oleh tokoh, maka dialog tag berupa frasa yang mendukung dialog agar terkesan lebih realistis dan menghidupkan suasana cerita.
Pentingnya Dialog Tag dalam Karya Fiksi
Dialog tag dalam karya fiksi bukanlah sekadar pelengkap, melainkan menjadi bagian penting karena alasan-alasan berikut:
1. Menunjukkan siapa tokoh yang berbicara
Dialog tag bisa menjadi petunjuk bagi pembaca untuk mengetahui siapa tokoh yang sedang berbicara, terlebih lagi ketika terdapat banyak tokoh yang berperan di dalam sebuah cerita. Dengan begitu, pembaca bisa terus mengikuti jalan cerita tanpa merasa kebingungan.
2. Mencerminkan cara bicara tokoh
Berikutnya melalui dialog tag, pembaca bisa mengetahui cara atau gaya bicara tokoh. Dialog tag sering kali mencerminkan nada dan emosi yang tokoh rasakan serta suasana cerita.
Sebagai contoh, dialog tag “bisik” bisa mencerminkan cerita berada dalam situasi serius atau tenang. Sementara dialog tag “bentak” bisa menunjukkan bahwa tokoh sedang marah atau mengalami emosi yang memuncak.
3. Menciptakan karakter tokoh yang kuat dan realistis
Dialog tag juga penting untuk menghidupkan kepribadian tokoh. Yakni melalui nada atau gaya bicara tokoh, bisa menjadi penanda bagi pembaca untuk mengetahui seperti karakter tokoh tersebut. Pemilihan dialog tag yang tepat bisa membuat karakter tokoh terasa benar-benar hidup.
4. Mengontrol tempo dan ritme cerita
Selanjutnya, dialog tag juga berperan dalam mengatur tempo dan ritme cerita. Adanya dialog tag dapat mempercepat ataupun memperlambat jalannya cerita.
5. Menghidupkan suasana cerita
Jika ingin karya fiksi yang kamu tulis menjadi lebih bernyawa, maka menggunakan dialog tag menjadi salah satu langkah yang perlu kamu tempuh. Dialog tag mampu membuat suasana cerita semakin hidup, menarik, dan jalan ceritanya pun menjadi lebih mudah pembaca pahami.
Macam-Macam Dialog Tag

Ada beberapa jenis dialog tag yang umumnya digunakan di dalam cerpen maupun novel. Setidaknya, berikut lima macam dialog tag yang biasanya digunakan:
1. Dialog tag netral
Dialog tag netral berarti jenis dialog tag yang digunakan untuk diri sendiri dan tidak menunjukkan emosi apa-apa (netral). Berikut ini berbagai kata untuk menulis dialog tag netral:
- pesan
- salam
- ungkap
- ucap
- desak
- ujar
- kata
- pamit
- celetuk
- harap
- tunjuk
- tutur
- papar
- akunya
- pungkas
- tandas
- tanya
- tegur
- cetus
- sapa
- ajak
- panggil
- cakap
- tegas
- ajak
- pinta
- lontar
- beber
- seloroh
2. Dialog tag netral untuk merespon
Dialog tag netral untuk merespon berarti dialog tag yang ditujukan untuk merespon dialog atau kejadian di dalam cerita. Berbagai kata yang bisa dipakai antara lain:
- berondong
- deham
- urai
- tolak
- putus
- protes
- lanjut
- tawar
- saran
- sambut
- timpal
- kekeh
- kelit
- terang
- potong
- sahut
- jelas
- jawab
- sanggah
- imbuh
- sambung
- balas
- tambah
- tukas
- sosor
- kilah
- sela
- usul
- tangkas
3. Dialog tag nada rendah
Dialog tag nada rendah berarti digunakan untuk menunjukkan bahwa percakapan diucapkan dengan nada rendah. Kata-kata yang bisa digunakan seperti berikut:
- ringis
- hembus
- goda
- rajuk
- desah
- rintih
- desis
- sesal
- ulang
- bisik
- gumam
- decak
- racau
- batin
- lirih
4. Dialog tag nada tinggi
Kebalikan dari nada rendah, dialog tag nada tinggi menunjukkan bahwa dialog diucapkan dengan nada tinggi atau penuh emosional. Contoh kata-kata yang bisa digunakan antara lain:
- berang
- marah
- pekik
- jerit
- hardik
- murka
- dengus
- ketus
- geram
- usir
- bentak
- tekan
- sembur
- seru
- teriak
- tuduh
- tampik
- tantang
- sergah
- erang
- serang
- cecar
- raung
5. Dialog tag emosi
Dialog tag emosi berarti jenis dialog yang memberikan respon emosional terhadap peristiwa yang terjadi di dalam cerita. Contoh kata-kata yang menunjukkan dialog tag emosi yaitu:
- resah
- sindir
- hina
- cemooh
- gerutu
- sungut
- canda
- rengek
- tekad
- gerundel
- cicit
- cibir
- ejek
- kelakar
- cela
- adu
- ledek
- decit
- perintah
- puji
- tuntut
- keluh
Cara Menulis Dialog Tag dan Contohnya
Setelah memahami pengertian dialog tag dan macam-macamnya, berikut ini cara menulis dialog yang juga perlu penulis pahami:
1. Dialog tag sebelum dialog
Cara menulis dialog tag yang pertama yaitu menuliskannya sebelum percakapan yang diucapkan oleh tokoh. Misalnya, sebagai berikut:
- Dia berkata, “hati-hati, ya.” sebelum kami berpisah jalan
- Satria bertanya, “Nisa, kenapa kamu terlihat sedih?”
- Ayah berpesan, “Jangan suka menunda-nunda sholat ya, Nak.”
2. Dialog tag setelah dialog
Dialog tag juga bisa diletakkan setelah percakapan yang tokoh ucapkan. Sebagai contoh, cara menulis dialog tag setelah dialog yaitu seperti berikut:
- “Sejak kapan kamu memperhatikanku?”, tanya Nadia
- “Sejak hari pertama masa orientasi mahasiswa, aku sudah tertarik padamu”, jawab Raka tersipu malu.
- “Cepat belikan aku rokok!”, perintah Dino kepada adiknya yang masih kecil.
3. Dialog tag di antara dialog
Terakhir, penulisan dialog tag juga bisa di antara dialog. Untuk cara menulis dialog tag ini contohnya sebagai berikut:
- “Hati-hati”, bisik Naila, “Jangan sampai kita ketahuan”.
- “Angkat tangan!” perintah Polisi kepada pelaku curanmor, “Berhenti atau aku arahkan peluru ini agar menembus betismu”.
- “Kurang ajar!”, gerutu Doni dalam batinnya, “Siapa yang menaruh bekas kunyahan permen karet di alas sepatuku?”
- “Orang kurang kerjaan mana yang menaruh bekas kunyahan permen karet di alas sepatumu?”, ledek Zidan, “ Yang ada itu kau sendiri yang menginjaknya”.
Kapan Tidak Perlu Menggunakan Dialog Tag?
Ada baiknya, dialog tag tidak perlu digunakan jika dalam situasi berikut:
- Hanya ada dua tokoh yang sedang berdialog atau berbincang-bincang
- Ada kejelasan alur percakapan
- Siapa tokoh yang sedang berbicara bisa diketahui melalui konteks dan tindakan yang dilakukannya
- Penulis menggunakan deskripsi tindakan yang dilakukan tokoh sebagai pengganti dialog tag.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Berikut daftar pertanyaan yang sering diajukan terkait materi dialog tag:
Apa itu dialog tag?
Dialog tag adalah frasa yang dapat menunjukkan siapa yang sedang mengucapkan dialog, bagaimana gaya bicaranya, dan dalam konteks apa percakapan atau dialog tersebut.
Apakah setiap dialog harus menggunakan dialog tag?
Tidak. Dialog tag tidak selalu perlu jika percakapan terjadi antara dua tokoh saja, alur percakapan sudah jelas, tokoh yang berbicara sudah diketahui melalui tindakannya, dan terdapat deskripsi aksi tokoh sebagai pengganti dialog tag.
Bagaimana cara menulis dialog tag yang benar?
Dialog tag bisa ditulis di bagian awal, tengah, dan akhir dialog yang diucapkan tokoh. Dialog yang tokoh ucapkan diapit tanda petik dari awal sampai akhir dialog. Contoh:
- Sinta bergumam, “Andai aku sultan, aku ingin membangun sekolah gratis.” (awal dialog)
- “Ayo, Tika!”, ajak Naya, “Kita harus sampai di perpustakaan sebelum jam 5 sore.” (di tengah dialog)
- “Kenapa kamu tidak merespon pesan di grup?”, tanya Ridho kepada Tiara di ruang rapat BEM. (di akhir dialog)
Penutup
Dialog tag menjadi salah satu elemen penting dalam karya fiksi seperti cerpen maupun novel untuk menghidupkan karakter tokoh dan suasana cerita.
Meski begitu, bukan berarti dialog tag harus selalu ada. Dalam situasi seperti percakapan yang hanya terjadi antara dua tokoh, alur percakapan sudah jelas, atau sudah ada tindakan tokoh yang diungkap penulis, maka dialog tag sebaiknya tidak perlu digunakan.
Nah, dengan memahami pengertian, pentingnya dialog tag, cara menulis, hingga contoh dialog tag, semoga bisa semakin memperkaya pemahamanmu dalam membuat karya fiksi yang semakin hidup dan menarik.


Tuliskan Komentar