Email: cs@halobookstore.com
Tlp/WA: +62 856-0794-8838
Beranda » Blog » 6 Jenis Majas dalam Puisi, Jadikan Karyamu Makin Estetik!

6 Jenis Majas dalam Puisi, Jadikan Karyamu Makin Estetik!

6 Jenis Majas dalam Puisi, Jadikan Karyamu Makin Estetik!

Seorang penyair dalam proses penciptaan sebuah karya sastra puisi pasti menggunakan berbagai diksi, mulai dari denotatif hingga konotatif. Seperti yang kita ketahui bersama, diksi atau pilihan kata selalu berhubungan dengan penggunaan gaya bahasa. Dalam puisi sendiri, gaya bahasa menjadi faktor penting yang sangat mempengaruhi keindahan isinya.

Keestetikan bahasa dalam sebuah puisi menjadi hal yang selalu menarik untuk diperhatikan dan dikaji lebih dalam. Salah satunya adalah penggunaan majas. Majas sendiri memiliki tujuan agar kamu sebagai pembaca atau penikmat karya sastra khususnya puisi mampu merasakan emosi yang ada di dalam tiap baitnya.

6 Jenis Majas dalam Puisi, Jadikan Karyamu Makin Estetik!

Apakah saat ini kamu mulai tertarik untuk menciptakan sebuah puisi dan ingin tahu lebih dalam mengenai majas yang sering digunakan dalam puisi?  Maka kamu harus simak pemaparannya dalam artikel ini! Berikut ini penjelasan tentang majas dan enam jenis majas dalam puisi yang seringkali digunakan agar pusimu semakin estetik:

Apa Itu Majas?

Melansir dari KBBI edisi V, majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain. Majas masuk dalam kategori makna konotatif atau kiasan. Itu artinya, makna yang terkandung di dalamnya bukanlah makna yang sebenarnya atau kiasan.

6 Jenis Majas dalam puisi

Penggunaan majas di dalam puisi memang hal yang sudah umum dilakukan. Penggunaan majas ini membuat puisi memiliki keestetikan bahasa yang cukup berbeda dari karya sastra lain seperti cerpen maupun novel. Berikut ini enam jenis majas dalam puisi yang seringkali digunakan agar puisimu semakin estetik:

1. Majas Hiperbola

Majas yang seringkali digunakan oleh penyair adalah majas hiperbola. Penggunaan majas ini adalah untuk melebih-lebihkan sesuatu. Contohnya adalah kecantikan binar matanya yang seperti kilauan mutiara itu, membuatku merasa tak pantas walau untuk sekadar menatapnya.

2. Majas Personifikasi

Dalam banyak puisi, majas personifikasi ini juga termasuk yang cukup sering ditemukan. Majas ini biasanya digunakan untuk membuat benda mati seolah-olah hidup. Contoh dari majas ini adalah tiba-tiba hujan membelaiku ketika aku duduk termenung menatap kepergianmu.

3. Majas Metafora

Majas ini merupakan sebuah bentuk gaya bahasa yang penggunaannya untuk membandingkan atau mengumpamakan sebuah perumpamaan tersirat terhadap dua hal yang berlainan, baik berupa benda maupun makhluk hidup. Contohnya adalah kaulah matahariku yang akan selalu menjadi harapan dalam setiap keputusasaanku.

4. Majas Simile

Selanjutnya, majas simile. Simile merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan persamaan satu benda dengan benda yang lain. Bedanya dengan majas metafora, majas simile ini menyatakan perbandingan yang bersifat eksplisit atau terus terang.

Majas ini biasanya ditandai dengan penggunaan kata sebagai, laksana, bak, sama, seperti, dan lain sebagainya. Contoh dari majas ini adalah nyanyian burung gereja itu seperti alunan lagu yang membawaku terbang ke dalam mimpi indah pada malam itu.

5. Majas Epifora

Berikutnya adalah majas epifora. Epifora merupakan majas yang digunakan untuk mengulang kata atau frasa di akhir kalimat atau larik puisi. Contohnya adalah jika saat ini gagal, aku akan tetap berdoa; jika saat ini belum Engkau izinkan, aku akan tetap berdoa; jika saat ini masih Engkau uji diri ini, aku akan tetap berdoa.

6. Majas Litotes

Majas litotes merupakan gaya bahasa yang menyatakan perlawanan dari kenyataan. Tujuan penggunaan majas ini ialah untuk merendahkan diri. Contohnya adalah tujuan hidupku saat ini hanyalah mencari sesuap nasi untuk putri kecilku.

Nah, itu tadi enam jenis majas dalam puisi yang dapat menjadikan puisimu makin estetik. Majas-majas di atas seringkali digunakan oleh penyair untuk membuat kesan keindahan bahasa sebagai luapan perasaan serta imajinasinya.

Sama seperti penyair-penyair lainnya, kamu juga bisa menerapkan majas-majas tersebut dalam karya puisimu. Tetap semangat berkarya dan jadilah the next penyair hebat Indonesia!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko