Email: cs@halopenulis.com
Tlp/WA: +62 821-4434-3651
Beranda » Blog » Ini Dia 5 Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar, Jangan Sampai Keliru!

Ini Dia 5 Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar, Jangan Sampai Keliru!

Ini Dia 5 Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar, Jangan Sampai Keliru!.jpg

Prakata dan kata pengantar merupakan dua elemen penting yang akan kamu jumpai saat membuka bagian awal buku. Banyak pembaca yang tidak menyadari bahwa prakata dan kata pengantar adalah dua bagian yang berbeda. Nah, apakah kamu salah satu dari pembaca tersebut?

Perbedaan prakata dan kata pengantar yang mendasar terletak pada siapa penulisnya. Prakata ditulis sendiri oleh penulis asli, sedangkan kata pengantar ditulis oleh pihak lain (teman penulis, tokoh terkemuka, atau ahli di bidang terkait).

Ini Dia 5 Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar, Jangan Sampai Keliru!

Selain dari siapa penulisnya, perbedaan prakata dan kata pengantar juga dapat dilihat dari segi perspektif dan fungsi, fokus, tujuan, sifat, dan jenis karyanya. Untuk penjelasan lebih detail agar kamu bisa membedakan prakata dan kata pengantar, mari simak artikel berikut sampai selesai!

Apa Itu Prakata?

Prakata merupakan gabungan dari kata “pra” yang artinya sebelum dan “kata” yang artinya ucapan. Jika digabungkan, maka prakata berarti ucapan dari penulis sebagai pembukaan sebelum mulai memasuki bab utama sebuah buku.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prakata berarti keterangan (uraian dan sebagainya) yang ditulis oleh penulis atau pengarang sebagai pengantar suatu karya tulis (buku, laporan penelitian, dan sebagainya). Prakata juga dapat diartikan sebagai mukadimah.

Apa Saja Isi dari Prakata?

Pada umumnya, berikut informasi-informasi yang ada di dalam prakata beserta fungsinya:

  • Latar belakang penulisan karya: Menjelaskan alasan atau motivasi pribadi penulis yang mendorong penulisan karya atau bukunya.
  • Rangkuman buku: Memperkenalkan gambaran isi buku secara singkat kepada pembaca.
  • Proses kreatif: Menceritakan pengalaman suka duka penulis dalam proses penyelesaian karya atau bukunya.
  • Ucapan terima kasih: Memberikan penghargaan kepada pihak-pihak (keluarga, dosen, teman, dan sebagainya) yang berkontribusi dalam membantu kelancaran penyelesaian karya atau buku penulis, serta rasa syukur atas keberhasilannya dalam menyusun karya tersebut.
  • Harapan penulis: Mengungkapkan harapan penulis terhadap pembaca setelah membaca karyanya, serta keterbukaan terhadap kritik dan saran yang membangun mengenai karya yang ia tulis.

Apa Itu Kata Pengantar?

Ini Dia 5 Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar, Jangan Sampai Keliru!

Kata pengantar adalah bagian pendahuluan dalam karya tulis atau buku yang biasanya ditulis oleh pihak lain baik tokoh terkemuka, editor, ahli di bidang terkait, atau sosok yang memiliki hubungan dekat dengan penulis.

Adanya kata pengantar bisa memberikan sudut pandang dari luar diri penulis mengenai karya yang ditulisnya. Oleh karena itu, kata pengantar cenderung lebih objektif dibandingkan prakata.

Apa Isi Kata Pengantar?

Berbeda dengan prakata, kata pengantar pada umumnya memuat informasi-informasi berikut:

  • Hubungan penulis dan pengantar: Menjelaskan konteks hubungan antara penulis dengan pengantar (penulis kata pengantar).
  • Latar belakang penulisan karya: Menjelaskan alasan di balik penulisan karya dan mengapa penting topik tersebut dibahas.
  • Validasi/Rekomendasi: Mempromosikan dan merekomendasikan karya penulis kepada pembaca.
  • Isu terkini: Menjelaskan hubungan antara topik yang dibahas di dalam buku dengan isu yang terjadi di masyarakat berdasarkan sudut pandang pakar.

Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar

Untuk memberikan gambaran lebih jelas terkait perbedaan prakata dan kata pengantar, berikut tabel perbedaan keduanya yang bisa kamu pelajari lebih lanjut:

Aspek pembedaPrakataKata Pengantar
PenulisPenulis itu sendiri (penulis asli).Pihak lain (editor, tokoh terkemuka, ahli di bidang terkait, atau sosok yang kenal dekat dengan penulis).
FokusMembahas latar belakang penulisan karya, rangkuman buku, proses di balik layar proses penulisan, ucapan terima kasih, hingga harapan penulis.Latar belakang penulisan, rekomendasi, keterkaitan dengan isu terkini, dan alasan pentingnya topik tersebut untuk dibahas.
Tujuan utamaMemberikan sapaan kepada pembaca dan penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dengan mengucapkan terima kasih (menyebutkan nama-namanya).Memvalidasi isi dan kualitas karya, serta  rekomendasi kepada pembaca.
Jenis karyaUmumnya di buku fiksi seperti novel dan antologi puisi atau buku-buku populer.Umumnya di buku nonfiksi, akademik dan ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, dan biografi.
SifatSubjektif dan personal karena ditulis oleh penulis asli.Objektif dan teoretis karena ditulis oleh pihak ketiga.

Tips Menulis Prakata yang Baik

Berikut beberapa tips yang bisa penulis coba untuk menulis prakata yang baik dan menyentuh hati pembaca:

1. Gunakan bahasa yang menyentuh

Prakata merupakan kalimat pembuka yang ditujukan kepada pembaca sebelum mulai menikmati karya penulis. Maka, berikan kesan awal yang baik dengan menggunakan bahasa yang hangat, menyentuh, dan mengalir seolah sedang berbicara dengan pembaca.

2. Jangan terlalu panjang

Untuk menulis prakata, cukup batasi satu sampai dua halaman saja. Fokuskan isinya pada proses di balik layar proses penulisan, alasan penulisan, ucapan terima kasih, dan harapan kepada pembaca.

3. Ucapkan terima kasih dengan tulus

Mengucapkan terima kasih dengan tulus menjadi poin penting agar sampai ke hati pihak-pihak yang turut berkontribusi dalam penyusunan karya. Menyebutkan nama-nama pihak yang berkontribusi bisa membuat prakata terasa personal dan emosional.

Tips Mengajukan Kata Pengantar

Untuk mengajukan kata pengantar dari pihak lain, beberapa tips berikut bisa kamu ikuti:

1. Pilih tokoh yang relevan

Pertama, pilih tokoh yang relevan dengan karyamu. Misalnya, jika karya kamu membahas tentang self development atau pengembangan diri, maka kamu bisa meminta bantuan motivator, trainer, atau konselor, atau seseorang yang sukses di bidang tertentu untuk menulis kata pengantar bukumu.

2. Berikan draft dan sinopsis karya

Tips lain dalam mengajukan kata pengantar yaitu memberikan draft dan sinopsis kepada pihak yang dituju. Langkah ini membantu memudahkan pengantar untuk mengetahui garis besar cerita sehingga bisa memberikan sudut pandangnya secara objektif dan tepat sasaran.

FAQ Seputar Perbedaan Prakata dan Kata Pengantar

Berikut pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul seputar perbedaan prakata dan kata pengantar dilengkapi dengan jawabannya:

1. Apakah satu buku boleh berisikan prakata dan kata pengantar sekaligus?

Boleh. Beberapa buku nonfiksi atau karya ilmiah yang tebal bisa memuat prakata dan kata pengantar sekaligus, dengan penempatan kata pengantar terlebih dahulu dari pihak eksternal untuk memvalidasi isi karya, barulah prakata setelahnya.

2. Di mana letak penulisan prakata dan kata pengantar?

Prakata dan kata pengantar terletak di bagian awal buku atau karya tulis sebelum memasuki bab utama. Tepatnya berada setelah halaman judul dan hak cipta buku.

3. Berapa jumlah kata ideal untuk menulis prakata dan kata pengantar?

Tidak ada jumlah kata ideal untuk menulis prakata dan kata pengantar. Namun, pada umumnya tidak mencapai lebih dari dua halaman.

4. Siapa yang bisa menulis kata pengantar untuk skripsi?

Di Indonesia, kata pengantar pada skripsi umumnya ditulis sendiri oleh penyusun atau mahasiswa bersangkutan. Meski sebenarnya kata pengantar tersebut adalah prakata, tetaplah patuhi pedoman pada masing-masing perguruan tinggi.

Itulah tadi lima perbedaan prakata dan kata pengantar yang perlu diketahui baik oleh penulis, pelajar, mahasiswa, atau kalangan akademisi.

Meski sering dianggap sama, prakata dan kata pengantar sebenarnya memiliki perbedaan utama dari segi penulisnya. Prakata ditulis oleh penulis sendiri, sedangkan kata pengantar ditulis oleh orang lain.

Nah, siapa nih di antara kalian yang masih sering keliru membedakan keduanya? Semoga setelah membaca artikel ini, kamu tidak salah lagi, ya!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko