Email: cs@halopenulis.com
Tlp/WA: +62 821-4434-3651
Beranda » Blog » Data Sekunder Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Data Primer

Data Sekunder Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Data Primer

Data Sekunder Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Data Primer

Penelitian merupakan salah satu kegiatan wajib yang diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir sebagai syarat kelulusan atau memperoleh gelar di bidang keilmuan tertentu. Agar hasil penelitian dapat dipercaya dan digunakan sebagai referensi untuk penelitian berikutnya, tentu penelitian memerlukan data yang valid.

Dalam penelitian, peneliti biasanya menggunakan dua jenis data utama, yaitu data primer dan data sekunder. Yang mana, dari kedua jenis data ini, data sekunder sering digunakan oleh mahasiswa karena lebih praktis dan mudah didapatkan.

Data Sekunder Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Data Primer

Meski demikian, tidak sedikit peneliti pemula atau mahasiswa yang belum memahami pengertian data sekunder penelitian. Untuk itulah, pada artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang pengertian data sekunder, contoh, hingga perbedaannya dengan data primer yang perlu mahasiswa pahami. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Pengertian Data Sekunder Penelitian

Secara umum, data sekunder dapat didefinisikan sebagai data yang diperoleh dari data yang sudah ada sebelumnya. Dengan kata lain, data tersebut sudah ada sebelumnya dan digunakan oleh peneliti lain atau dikumpulkan oleh instansi terkait.

Karena data sekunder ini terbuka untuk umum atau dapat diakses oleh siapa saja, baik melalui media online maupun offline, biasanya data sekunder cenderung kurang spesifik. Artinya, data yang disajikan bersifat umum atau tidak benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan oleh peneliti. Lain halnya jika beruntung, maka peneliti bisa saja memperoleh data sekunder sesuai dengan kebutuhannya.

Data sekunder bisa didapatkan dengan lebih cepat, mudah, dan praktis oleh peneliti, baik melalui media online maupun offline. Namun, penelitian tetap perlu memperhatikan kesesuaian data sekunder yang digunakan dengan tujuan penelitiannya serta kevalidannya.

Pengertian Data Sekunder Penelitian Menurut Ahli

Para ahli juga turut berbagi pandangannya dalam mendefinisikan apa itu data sekunder penelitian. Berikut ini pengertian data sekunder penelitian menurut pendapat para ahli:

1. Hasan (2002)

Menurut Hasan, data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber data yang sudah ada sebelumnya.

Data sekunder ini digunakan untuk memperkuat informasi dari data primer. Yang mana, data sekunder bisa diperoleh dengan lebih mudah yakni bisa berupa jurnal, buku, artikel, penelitian terdahulu, dan lain sebagainya.

2. Kuncoro (2009)

Pendapat tentang pengertian data sekunder penelitian juga disampaikan oleh Kuncoro. Menurutnya, data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Sumber data sekunder ini bisa didapatkan oleh peneliti melalui sumber data lain yang relevan dengan topik penelitiannya.

3. Sanusi (2012)

Sanusi berpendapat bahwa data sekunder adalah data disediakan dan dikumpulkan oleh pihak lain di luar instansi yang sedang diteliti.

4. Arikunto (2013)

Sementara itu, Arikunto menyatakan pandangannya bahwa data sekunder ialah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen grafis (tabel, notulen rapat, catatan, SMS, dan lain-lain), film, foto-foto, rekaman video, benda-benda, dan lain-lain yang bisa melengkapi data primer.

5. Husein Omar (2013)

Menurut Husein Omar, data sekunder merupakan data yang sudah diolah lebih lanjut dan disajikan oleh pihak pengumpul data primer maupun pihak lain. Misalnya berupa grafik-grafik atau tabel.

6. Sugiyono (2016)

Pendapat lain datang dari Sugiyono. Menurut Sugiyono, data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh pengumpul data secara tidak langsung. Dalam artian, data diperoleh melalui orang lain atau dokumen. Sumber data sekunder ini berfungsi sebagai pelengkap data primer.

Berdasarkan pengertian data sekunder penelitian menurut para ahli di atas, maka secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada atau dari hasil penelitian sebelumnya.

Jenis dan Contoh Data Sekunder Penelitian

Data Sekunder Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Data Primer

Nah, setelah paham apa itu data sekunder, berikut contoh data sekunder yang penting untuk kamu ketahui jika hendak melakukan penelitian:

1. Data sekunder internal

Data sekunder internal ialah data yang sudah ada atau dimiliki oleh sebuah perusahaan atau organisasi. Yang mana, data tersebut diperoleh dari kegiatan operasional sehari-hari. Contohnya antara lain:

  • Catatan persediaan dan inventaris
  • Laporan penjualan
  • Laporan keuangan
  • Catatan kinerja atau performa karyawan
  • Catatan evaluasi proyek
  • Data konsumen (kepuasan konsumen dan riwayat pembelian

Data-data di atas biasanya sering digunakan untuk melakukan analisis internal dalam rangka membuat perencanaan strategis atau melakukan penilaian kinerja.

2. Data sekunder eksternal

Data sekunder eksternal merupakan jenis data sekunder yang berasal dari luar organisasi atau perusahaan yang dikumpulkan oleh pihak lain (pihak ketiga) dan tersedia secara umum atau komersial. Contoh:

  • Laporan survei atau penelitian dari lembaga riset seperti Rapido Research, BRIN, Nielsen atau Pew Research
  • Data statistik dari instansi pemerintah seperti Badan Pusat Statistik (BPS)
  • Publikasi akademik dan artikel ilmiah dari jurnal atau perpustakaan online
  • Laporan dari organisasi internasional seperti WHO, PBB, atau Bank Dunia.

Data-data sekunder eksternal di atas memiliki peran penting dalam memberikan wawasan yang lebih luas terkait demografi, industri, atau tren global.

3. Data sekunder kuantitatif

Data sekunder kuantitatif merupakan data yang berhubungan dengan angka statistik. Misalnya, penelitian yang meneliti berat badan dan tinggi badan responden. Atau penelitian yang dilakukan untuk mengetahui jumlah penjualan setiap bulan.

4. Data sekunder kualitatif

Selain data kuantitatif, ada pula yang disebut data sekunder kualitatif. Berbeda dengan data kuantitatif yang berupa data statistik atau angka, data kualitatif ini terjadi dalam bentuk kata-kata, gambar, hasil observasi, atau data-data yang berkaitan dengan status sosial, kualitas, kinerja pegawai, kepuasan konsumen, dan masih banyak lagi lainnya.

Dari contoh-contoh di atas, dapat dilihat bahwa terdapat begitu banyak contoh data sekunder. Peneliti bisa menggunakan sesuai keinginan dan kebutuhan untuk penelitiannya.

Perbedaan Data Sekunder dan Data Primer

Data sekunder dan data primer memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjelasan selengkapnya bisa kamu simak dalam uraian berikut:

1. Sumber atau asal-asul

Data sekunder dikumpulkan oleh pihak lain untuk tujuan yang berbeda. Data tersebut kemudian digunakan oleh peneliti sebagai landasan untuk memperkuat penelitiannya. Sementara itu, data primer dikumpulkan oleh peneliti itu sendiri (secara langsung) untuk kebutuhan penelitiannya saat ini. Misalnya, melalui observasi, wawancara, eksperimen, atau pengisian kuesioner oleh responden.

2. Waktu dan biaya

Dari segi waktu dan biaya, untuk mendapatkan data sekunder cenderung lebih mudah, cepat, dan hemat atau bahkan tidak memerlukan biaya karena sudah tersedia. Sedangkan data primer memerlukan waktu dan dana karena perlu dikumpulkan sedari awal.

3. Kendali dan relevansi

Dari segi kendali dan relevansi dengan penelitian, data sekunder cenderung memiliki kendali terbatas dan kemungkinan besar relevansinya yang tidak sempurna dengan data yang dibutuhkan oleh peneliti. Sementara data primer, peneliti memiliki kendali penuh dan data yang diperoleh juga spesifik atau sesuai dengan kebutuhan penelitian.

4. Akurasi data

Hasil penelitian yang menggunakan data sekunder dinilai kurang begitu akurat dan andal. Sementara penelitian yang menggunakan data primer lebih diakui, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Berdasarkan penjelasan tentang perbedaan data sekunder dan data primer tersebut, data primer memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan data sekunder meskipun untuk memperolehnya lebih sulit dan memerlukan waktu dan tenaga yang lebih ekstra.

Selain itu, data primer juga cenderung lebih spesifik dan relevan dengan kebutuhan peneliti dibanding data sekunder. Hal ini dikarenakan data sekunder tersaji untuk publik atau semua kalangan.

Nah, demikian tadi pembahasan mulai dari pengertian data sekunder penelitian, jenis dan contoh, hingga perbedaan data sekunder dengan data primer yang penting untuk kamu pahami, terutama jika hendak melaksanakan penelitian. Semoga bermanfaat dan penelitianmu berjalan lancar, ya!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko