Email: cs@halopenulis.com
Tlp/WA: +62 821-4434-3651
Beranda » Blog » Perbedaan Tokoh dan Penokohan dalam Cerita, Yuk Pahami!

Perbedaan Tokoh dan Penokohan dalam Cerita, Yuk Pahami!

Tokoh dan penokohan merupakan unsur pembangun cerita yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan signifikan. Bagi kamu yang ingin menjadi penulis novel, memahami perbedaan tokoh dan penokohan dalam cerita merupakan bekal penting.

Memahami perbedaan keduanya membantumu menemukan makna cerita, menghayati konflik, dan menghidupkan cerita yang kamu tulis. Dengan demikian, kamu mampu menciptakan karya sastra yang baik dan benar.

Perbedaan Tokoh dan Penokohan dalam Cerita, Yuk Pahami!

Melalui artikel ini, kita akan pelajari lebih dalam perbedaan tokoh dan penokohan dalam cerita lengkap dengan contohnya. Yuk, langsung saja baca sampai akhir dan catat poin penting yang kamu temukan supaya tidak mudah lupa!

Apa Itu Tokoh?

Singkatnya, tokoh adalah orang atau pelaku yang memainkan peran dalam sebuah cerita. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tokoh berarti rupa (wujud dan keadaan); macam atau jenis.

Secara tidak langsung, tokoh memiliki peranan krusial dalam menuntun pembaca untuk memahami jalan cerita. Itulah kenapa penting bagi kamu yang ingin menulis cerpen, novel, drama, atau karya fiksi lainnya untuk menciptakan tokoh yang realistis agar mampu menghidupkan cerita.

Apa Itu Penokohan?

Secara umum, penokohan adalah cara pengarang atau penulis dalam membangun dan mengembangkan karakter tokoh dalam sebuah cerita. Sementara itu menurut KBBI, penokohan diartikan sebagai proses, cara, perbuatan menokohkan; penciptaan citra tokoh dalam karya susastra.

Sama halnya seperti pengertian penokohan yang dijelaskan dalam buku karya Ariani Rini (2021) yang berjudul “Menyingkap Konflik Batin Tokoh dan Deiksis dalam Novel Saman”, bahwa penokohan adalah cara yang digunakan pengarang untuk melukiskan perwatakan atau karakter tokoh.

Apa Saja Jenis-Jenis Tokoh?

Berikut jenis-jenis tokoh yang pada umumnya ada dalam cerita, baik novel, cerpen, drama, maupun karya fiksi lainnya:

1. Tokoh protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh yang digambarkan memiliki watak baik dan berperan menegakkan kebenaran. Sebagai contoh, Bawang Putih berperan sebagai tokoh protagonis sekaligus tokoh utama dalam cerita Bawang Merah Bawang Putih.

2. Tokoh antagonis

Tokoh antagonis adalah tokoh yang digambarkan memiliki watak tercela dan selalu ingin menghalangi tujuan tokoh protagonis. Contoh tokoh antagonis yaitu Bawang Merah dan ibunya yang digambarkan selalu memusuhi Bawang Putih.

3. Tokoh tritagonis

Tokoh tritagonis adalah tokoh penengah yang memiliki sifat netral atau tidak memihak kepada siapapun. Meski termasuk tokoh pelengkap, tokoh tritagonis biasanya menjadi pendukung tokoh protagonis dan tetap memiliki peranan penting dalam menghidupkan jalan cerita.

Apa Pentingnya Tokoh dan Penokohan dalam Cerita?

Dalam sebuah cerita, tokoh dan penokohan merupakan unsur yang wajib ada karena memiliki peran penting berikut:

1. Membangun jalan cerita

Tokoh merupakan pelaku atau orang yang menggerakkan cerita. Jadi tanpa adanya orang atau tokoh, maka sebuah cerita tidak akan bisa berjalan.

2. Menciptakan kejelasan alur cerita

Adanya tokoh dan penokohan menjadi unsur penting untuk memunculkan konflik dan penyelesaian atau resolusi. Dengan ini, alur cerita bisa terlihat jelas dan menarik.

3. Membangun konflik cerita

Penokohan setiap tokoh yang berbeda-beda bisa menjadi awal mula terbentuknya permasalahan dalam cerita sebagai pondasi utama cerita tersebut.

4. Membantu penulis menciptakan resolusi cerita

Selain membangun konflik, tokoh dan penokohan juga penting untuk membantu penulis membuat penyelesaiannya. Apakah lebih cocok diakhiri dengan akhir bahagia, sedih, atau menggantung.

5. Membantu memahami makna cerita

Adanya tokoh dan penokohan membantu pembaca dalam memahami makna cerita yang ingin disampaikan penulis.

Apa Perbedaan Tokoh dan Penokohan dalam Cerita?

Perbedaan Tokoh dan Penokohan dalam Cerita, Yuk Pahami!

Perbedaan tokoh dan penokohan dapat dilihat dari berbagai aspek seperti pengertian, fokus, bentuk, dan fungsinya. Untuk memahami lebih lanjut, berikut tabel perbedaan tokoh dan penokohan dalam cerita beserta penjelasannya:

Aspek pembedaTokohPenokohan
DefinisiOrang atau pelaku yang menggerakkan jalan ceritaCara penulis menggambarkan karakter atau watak tokoh
BentukOrang, hewan, atau makhluk lainnyaSifat, karakter, watak, atau kepribadian
FungsiMenggerakkan ceritaMenghidupkan tokoh sehingga cerita lebih realistis
Fokus pertanyaanSiapa yang berperanBagaimana karakter atau sifat tokoh
ContohMalin KundangSombong, durhaka

Nah, dari tabel di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa tokoh dan penokohan itu berbeda, kan? Jadi jangan sampai salah lagi, ya!

Contoh Tokoh dan Penokohan

Agar memiliki gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan tokoh dan penokohan dalam cerita, berikut ini dipaparkan contoh lengkapnya yang bisa kamu pelajari lebih lanjut:

Dalam legenda Sangkuriang, terdapat tiga tokoh utama yang berperan, yakni Sangkuriang, Dayang Sumbi, dan Si Tumang yang merupakan seekor anjing. Penokohan dalam Legenda Sangkuriang antara lain:

  • Sangkuriang: Digambarkan sebagai tokoh yang berwatak keras kepala, pemarah, dikuasai nafsu, dan memiliki kesaktian luar biasa karena bantuan makhluk tak kasat mata atau jin.
  • Dayang Sumbi: Digambarkan sebagai sosok wanita penyayang, setia, cerdas, dan emosional.
  • Si Tumang (anjing): Sosok peliharaan yang setia dan tulus karena selalu menemani Sangkuriang berburu tanpa menginginkan imbalan.

FAQ Seputar Perbedaan Tokoh dan Penokohan dalam Cerita

Berikut ini pertanyaan-pertanyaan yang sering penulis ajukan tentang perbedaan tokoh dan penokohan dalam cerita:

1. Apa itu tokoh?

Tokoh adalah pelaku atau orang yang berperan dalam cerita. Contohnya, Bawang Merah, Bawang Putih, Sangkuriang, Malin Kundang, dan lain-lain.

2. Apa itu penokohan?

Penokohan adalah cara pengarang atau penulis dalam menggambarkan karakter tokoh. Misalnya, Sangkuriang digambarkan sebagai pemuda yang keras kepala dan pemarah.

3. Apakah tokoh dan penokohan itu sama?

Tidak, tokoh dan penokohan itu berbeda. Perbedaan utama dapat dilihat dari definisinya. Tokoh adalah pelaku atau orang yang menggerakkan cerita, sedangkan penokohan adalah watak atau karakter tokoh.

4. Apakah satu tokoh boleh memiliki lebih dari satu penokohan?

Ya, boleh. Malah justru disarankan agar tokoh terkesan lebih realistis karena sejatinya manusia di dunia nyata juga memiliki banyak karakter atau sifat.

5. Bagaimana cara mengetahui penokohan seorang tokoh?

Kamu bisa mengetahui penokohan seorang tokoh melalui tiga cara, yaitu dialog yang diucapkan tokoh, tindakan yang dilakukan tokoh, dan penjelasan langsung dari pengarang atau penulis.

6. Apakah penokohan hanya berlaku untuk tokoh utama?

Tidak, semua tokoh mempunyai penokohan. Hanya saja, tokoh pendukung memiliki porsi penokohan yang berbeda dengan tokoh utama. Tokoh utama digambarkan penokohannya secara detail, sedangkan tokoh pendukung/pelengkap hanya digambarkan secara singkat.

Demikian perbedaan tokoh dan penokohan dalam cerita yang perlu kamu pahami sebelum menulis novel, cerpen, drama, atau karya fiksi lainnya. Jadi perbedaan utama keduanya dapat dilihat dari aspek definisi. Jika tokoh adalah pelaku atau orang yang menggerakkan jalan cerita, maka penokohan adalah sifat orang atau pelaku dalam cerita tersebut.

Dalam sebuah cerita, tokoh dan penokohan wajib ada sebagai unsur intrinsik atau pembangun cerita yang berasal dari dalam cerita itu sendiri. Dengan begitu tanpa adanya tokoh dan penokohan maka sebuah cerita tidak dapat dijalankan.

Nah, gimana? Sekarang kamu sudah bisa membedakan tokoh dan penokohan, kan? Semoga penjelasan dalam artikel ini bisa menambah wawasanmu, ya!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko