Deskripsi
Kepada siapa sesungguhnya manusia menyerahkan hidupnya? Pertanyaan inilah yang menjadi denyut dari seluruh esai dalam buku PADAMU TUHAN-Kumpulan Esai tentang Tauhid, Zaman dan Negeri.
Buku ini dibuka dengan ajakan kembali kepada tauhid: memaknai arti menyembah, mewaspadai syirik dan berhala dalam rupa-rupa baru, hingga menyadari betapa luasnya ampunan Allah bagi hamba yang mau bertobat. Dari fondasi itu, penulis menelaah arus pemikiran modern seperti sekularisme, agnostisisme, deisme, dan demokrasi, lalu menimbangnya dengan kekuasaan Allah.
Pandangan penulis kemudian bergerak ke tanah air. Dengan bahasa yang lugas, ia menyoroti kemerdekaan yang belum tuntas, budaya yang membelenggu, kepalsuan, hingga korupsi, dan menegaskan bahwa perbaikan harus dimulai dari sumbernya. PADAMU TUHAN-Kumpulan Esai tentang Tauhid, Zaman dan Negeri adalah renungan bagi siapa pun yang ingin menengok kembali ke mana hati dan hidupnya bermuara.






Ulasan
Belum ada ulasan.