Blog

Mengenal Perbedaan Sajak dan Puisi yang Jarang Diketahui

Mengenal Perbedaan Sajak dan Puisi yang Jarang Diketahui.jpg

Bagi kamu yang berkecimpung di dunia sastra pasti tidak asing lagi dengan istilah sajak dan puisi. Namun bagi yang baru belajar, tidak sedikit yang belum memahami bahwa sajak dan puisi itu sebetulnya berbeda. Nah, apa sih perbedaan sajak dan puisi?

Sajak dan puisi memiliki perbedaan dari segi pengertian, fokus utama, pengungkapan kata, penggunaan diksi, dan aturan penulisan. Memahami perbedaan keduanya ini penting, khususnya bagi kamu yang ingin mendalami dunia sastra agar tidak salah paham lagi.

Mengenal Perbedaan Sajak dan Puisi yang Jarang Diketahui

Nah, kalau kamu suka menulis puisi, sajak, atau keduanya, pembahasan kali ini tidak boleh kamu lewatkan. Artikel ini akan memberikan penjelasan lebih mendalam seputar perbedaan sajak dan puisi sehingga harapannya kamu bisa berkarya dengan tepat. Sebelum itu, yuk pahami lebih dulu apa itu sajak dan puisi!

Apa Itu Sajak?

Secara umum, sajak adalah jenis karya sastra yang menekankan keselarasan bunyi (irama) di tengah atau akhir baris sehingga terdengar indah dan harmonis saat dibaca.

Sementara itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring, sajak memiliki beberapa arti berikut:

  1. Gubahan sastra yang berbentuk puisi
  2. Bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat
  3. Gubahan karya sastra yang sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan
  4. Patut; kena; cocok

Meski sama-sama menekankan keselarasan bunyi, sajak ini berbeda dengan pantun. Pantun memiliki aturan terkait jumlah baris dan pola irama yang dibangun, serta terdiri dari sampiran (baris 1 dan 2) dan isi (baris 3 dan 4), sementara sajak tidak.

Apa Itu Puisi?

Puisi adalah jenis karya sastra yang mengutamakan keindahan diksi, majas, irama, dan makna yang mendalam sebagai bentuk representasi dari emosi, perasaan, atau pikiran penyair.

Sementara itu, KBBI versi daring menjelaskan bahwa terdapat beberapa pengertian puisi, yaitu sebagai berikut:

  1. Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
  2. Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus
  3. Sajak

Berdasarkan pengertian sajak dan puisi tersebut menunjukkan bahwa sajak bisa menjadi bagian dalam puisi, sedangkan puisi tidak bisa menjadi bagian dari sajak.

Kemudian jika diperhatikan lebih detail, sajak berfokus pada kesamaan bunyi atau irama saja, sementara puisi berfokus pada penyampaian makna puisi dengan menggunakan diksi, majas, dan irama yang diatur sedemikian rupa agar terkesan estetik.

Apa Bedanya Sajak dan Puisi?

Berikut tabel perbedaan sajak dan puisi dilihat dari aspek pengertian, fokus utama, pengungkapan kata, penyampaian pesan/makna, dan aturan penulisan agar lebih mudah kamu pahami:

AspekSajakPuisi
PengertianKarya sastra yang menghasilkan kesamaan rima sehingga terdengar indah dan harmonis saat dibacaKarya sastra yang meyampaikan emosi dan perasaan penyair melalui diksi, majas, dan irama yang memikat.
FokusKesamaan rima atau bunyi akhirMenyampaikan emosi, perasaan, pengalaman, dan imajinasi dengan balutan bahasa yang indah
Penggunaan diksiMenyesuaikan bunyi atau irama agar selarasMenggunakan diksi yang mampu menciptakan kedalaman dan kekuatan makna dan mewakili emosi penyair
Pesan/maknaDisampaikan secara terang-terangan/tersuratDisampaikan secara tersembunyi/tersirat melalui majas
Aturan penulisanTidak adaPuisi lama memiliki aturan ketat, sedangkan puisi modern lebih bebas

Mengapa Penting Memahami Perbedaan Keduanya?

Mengenal Perbedaan Sajak dan Puisi yang Jarang Diketahui.jpg

Bagi penulis maupun penikmat puisi dan sajak, memahami perbedaan puisi dan sajak merupakan langkah penting karena alasan-alasan seperti berikut:

  • Mempermudah penyair dalam berkarya: Penyair mampu memilih mana jenis karya sastra yang paling tepat untuk mengekspresikan emosi atau perasaannya.
  • Memperkaya kosakata dan diksi: Penulis semakin peka dan terlatih untuk membedakan kata yang cocok untuk menulis sajak (memiliki keindahan bunyi saat dilafalkan) maupun puisi (mengandung keindahan makna).
  • Mampu mengapresiasi karya sastra dengan lebih baik: Bagi penikmat puisi maupun sajak akan paham kapan perlu menilai keindahan irama (sajak) dan kapan menilai keindahan majas atau kedalaman maknanya (puisi).
  • Membantu analisis karya yang lebih efektif: Memudahkan pembaca atau kritikus dalam menganalisis dan menilai sajak atau puisi teks secara objektif sesuai karakteristik masing-masing.

Bagaimana Contoh Sajak dan Puisi?

Inilah contoh sajak dan puisi untuk memperkuat pemahamanmu terhadap topik kali ini.

Contoh sajak

Sore ini
Senja mengingatkanku pada sebuah janji
Janji melepas rindu yang kini tak akan pernah bisa lagi ditepati
Tangisan selalu datang memecah malam yang sunyi
Berharap hari itu bisa terulang lagi
Untuk melihatnya yang terakhir kali

Jika diperhatikan, sajak di atas mengandung pola bunyi atau irama yang sama di akhir setiap baris, yakni berakhiran i sehingga terdengar harmonis dan enak didengar. Selain itu, pilihan kata atau diksi yang digunakan juga saling padu sehingga mampu mewakili makna dan emosi penyair secara mendalam.

Contoh puisi

Aku telah dihantam peluru dari berbagai penjuru
Rasa sakitnya tak lagi dapat kuungkapkan lewat kata
Bahkan, setetes darah dan air mata pun enggan menjadi saksi
Aku hanya bisa terpaku

Aku sudah mati rasa
Hingga lupa bagaimana caranya melibatkan air mata untuk menyambut rasa sakit
Apakah ini tanda bahwa aku sudah sebegitu akrabnya dengan luka?
Namun bolehkah, kau datang sesekali saja?

Berdasarkan contoh puisi di atas, dapat dilihat bahwa puisi menonjolkan penggunaan kata yang indah, puitis, dan mampu mewakili perasaan atau emosi penyair. Puisi tidak harus diakhiri dengan irama atau bunyi yang sama, tetapi mengandung bahasa yang indah, puitis, dan majas untuk menyampaikan pesan tertentu kepada pembaca.

Dari contoh tersebut dapat dilihat semakin jelas juga bahwa sajak dan puisi itu berbeda. Puisi umumnya ditulis dalam bait-bait yang setiap baitnya terdiri dari empat baris, sedangkan sajak cenderung bebas atau tidak memiliki aturan dan struktur penulisan yang mengikat.

Apa Fungsi Sajak dan Puisi?

Sajak dan puisi pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai berikut:

1. Mengekspresikan emosi dan perasaan

Pertama, sajak dan puisi berfungsi meluapkan perasaan dan emosi penyair. Entah perasaan bahagia, sedih, kecewa, haru, marah, atau lainnya, penyair bisa mengungkapkan melalui diksi dan majas yang sesuai isi hatinya.

2. Memberikan motivasi dan inspirasi

Sajak dan puisi juga sering kali mengandung motivasi dan inspirasi bagi pembaca. Motivasi dan inspirasi bisa disisipkan penyair melalui puisi bertema harapan, perjuangan, dan semangat menggapai mimpi.

3. Sebagai media untuk healing

Berikutnya, puisi dan sajak menjadi media yang ampuh untuk meredakan stres atau menghibur diri. Keindahan kata dan majas dalam puisi sering kali meninggalkan kesan mendalam dan menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan.

4. Menyampaikan kritik

Terakhir, puisi dan sajak bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan moral, pandangan terhadap suatu fenomena, atau kritik atas kebijakan pemerintah dengan cara yang halus tetapi tetap memiliki makna yang kuat.

Itulah perbedaan sajak dan puisi yang perlu kamu pahami. Sajak dan puisi memiliki perbedaan signifikan dari segi pola rima yang digunakan. Sajak memiliki pola rima (bunyi) yang selaras sehingga terdengar harmonis saat dibaca, sedangkan puisi tidak selalu demikian.

Memahami perbedaan keduanya ini penting untuk membantumu berkarya dengan tepat, mampu mengapresiasi karya dengan lebih baik, memperkaya diksi, dan melakukan analisis karya secara efektif.

FAQ Seputar Perbedaan Sajak dan Puisi

Inilah daftar pertanyaan yang sering diajukan seputar perbedaan sajak dan puisi dilengkapi dengan jawabannya:

1. Apa perbedaan utama sajak dan puisi?

Perbedaan utama sajak dan puisi terlihat dari pola rima yang digunakan. Sajak menghasilkan setiap baris yang bunyi atau rimanya selaras saat dibaca, sedangkan puisi tidak selalu. Sajak dapat menjadi bagian dari puisi sehingga semua sajak adalah puisi, tetapi puisi belum tentu sajak.

2. Lebih ketat mana aturan penulisan sajak dengan puisi?

Sajak cenderung lebih fleksibel dibandingkan puisi. Puisi lama memiliki aturan ketat (suku kata, jumlah baris dan bait), sedangkan puisi modern lebih bebas bagi penyair untuk berkreasi dan mengekspresikan diri.

3. Kenapa sajak bisa penyair gunakan di dalam puisi?

Sajak bisa dimasukkan ke dalam puisi untuk menciptakan harmonisasi bunyi sehingga puisi terdengar semakin indah dan mudah diingat pembaca.

Bagikan:
‹ 10+ Topik Buku yang Paling Diminati Pembaca Indonesia di 2026, Mulai dari Buku Motivasi hingga Novel