Deskripsi
Kita semua pernah disuruh sabar.
Saat kehilangan, saat dikhianati, saat doa tak kunjung dijawab. Kata itu terdengar bijak, tapi seringkali justru menjadi yang paling menyakitkan. Karena ketika kita diminta untuk sabar, artinya hidup kita sedang tidak baik-baik saja. Buku ini tidak akan menyuruhmu untuk sabar lagi.
Buku ini akan menemanimu memahami bahwa sabar adalah tentang menahan, menggenggam luka agar tidak jatuh. Sementara ikhlas adalah tentang melepaskan, seperti melepaskan burung kertas dari telapak tangan dan percaya bahwa langit akan menjaganya.
“Ikhlas adalah sabar yang sudah sembuh” adalah catatan perjalanan dari fase menahan menjadi merelakan. Tentang bagaimana akhirnya kita tidak lagi bertanya “kenapa harus aku?”, tapi mulai berbisik “apa yang ingin Engkau ajarkan padaku lewat ini?”
Jika kamu sedang di fase itu, lelah menahan, ingin melepas tapi belum bisa, buku ini ditulis untukmu.
Kita semua pernah disuruh sabar.
Saat kehilangan, saat dikhianati, saat doa tak kunjung dijawab. Kata itu terdengar bijak, tapi seringkali justru menjadi yang paling menyakitkan. Karena ketika kita diminta untuk sabar, artinya hidup kita sedang tidak baik-baik saja. Buku ini tidak akan menyuruhmu untuk sabar lagi.
Buku ini akan menemanimu memahami bahwa sabar adalah tentang menahan, menggenggam luka agar tidak jatuh. Sementara ikhlas adalah tentang melepaskan, seperti melepaskan burung kertas dari telapak tangan dan percaya bahwa langit akan menjaganya.
“Ikhlas adalah sabar yang sudah sembuh” adalah catatan perjalanan dari fase menahan menjadi merelakan. Tentang bagaimana akhirnya kita tidak lagi bertanya “kenapa harus aku?”, tapi mulai berbisik “apa yang ingin Engkau ajarkan padaku lewat ini?”
Jika kamu sedang di fase itu, lelah menahan, ingin melepas tapi belum bisa, buku ini ditulis untukmu.






Ulasan
Belum ada ulasan.