Ungkapan “don’t judge book by its cover” mungkin sudah tidak asing lagi di telingamu, bukan? Namun sayangnya di dunia perbukuan, ungkapan ini nampaknya tidak berlaku. Cover buku bisa memberikan kesan pertama yang kuat dan menentukan keputusan pembelian pembaca.
Itulah kenapa membuat desain cover buku tidak bisa asal jadi. Melakukan kesalahan desain cover buku seperti pemilihan gambar dan ilustrasi beresolusi rendah, tipografi yang buruk, hingga kurangnya unsur cover bisa berdampak membuat cover bukumu terlihat murahan atau kurang profesional. Selain itu, kredibilitas isi buku juga bisa jadi dipertanyakan.
6 Kesalahan Desain Cover Buku yang Bisa Membuat Karyamu Terlihat Kurang Profesional
Tentu akan sangat disayangkan ketika karya yang kamu tulis dengan susah payah dan penuh perjuangan menjadi hilang karismanya begitu saja hanya karena cover buku yang kurang memikat perhatian. Untuk itu, berbagai kesalahan desain cover buku perlu kamu hindari. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam mendesain cover buku? Langsung saja, simak pembahasannya berikut ini!
Apa Saja Kesalahan Desain Cover Buku yang Harus Penulis Hindari?
Cover buku tidak hanya berfungsi sebagai pelindung buku, melainkan juga wajah utama yang dapat merepresentasikan isi buku kepada pembaca dan menentukan keputusan pembelian mereka hanya dalam 3 detik pertama. Nah, agar cover buku kamu terlihat profesional dan menjual, berikut kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari:
1. Gambar dan ilustrasi beresolusi rendah
Kesalahan desain cover buku yang pertama adalah penggunaan gambar dan ilustrasi beresolusi rendah. Akibatnya, gambar dan ilustrasi menjadi terlihat buram saat dicetak. Sementara dalam format ebook, cover akan terlihat efek kotak-kotak saat di-zoom di layar handphone sehingga menurunkan kesan premium dari buku itu sendiri.
Ada baiknya, hindari menggunakan gambar terlalu kecil yang diunduh dari internet atau gambar-gambar yang belum jelas lisensinya. Agar cover terlihat unik atau tidak pasaran, kamu juga bisa gunakan gambar objek ikonik dalam novelmu sebagai fokus desain cover novelmu.
2. Tipografi yang buruk
Kesalahan berikutnya ialah tipografi yang buruk. Apa itu tipografi? Tipografi adalah seni atau teknik menata huruf agar pesan dapat tersampaikan secara efektif kepada pembaca.
Tipografi mencakup pengaturan elemen-elemen seperti jenis huruf, spasi atau margin, dan hierarki visual (ukuran dan ketebalan huruf). Penataan tipografi yang tepat bisa membantu meningkatkan keterbacaan, kejelasan informasi, daya tarik visual, dan membangun suasana cerita.
Itulah kenapa tipografi pada cover perlu diperhatikan. Beberapa kesalahan umum dalam penataan tipografi antara lain:
- Ketebalan font kurang
- Ukuran font terlalu kecil
- Background terlalu penuh
- Warna font senada dengan background
Untuk itu, gunakan warna font yang memiliki kontras lebih tinggi dibandingkan warna background. Atur juga judul dengan ketebalan lebih tinggi dan buat ukurannya 30% dari lebar cover agar bisa tetap terbaca dalam jarak satu meter.
3. Kombinasi warna yang kurang tepat
Kombinasi warna yang kurang tepat merupakan kesalahan desain cover buku berikutnya yang perlu dihindari. Penggunaan warna-warna cerah atau mencolok yang kurang pas bisa membuat mata sakit dan judul atau tulisan di cover sulit terbaca jika warna teks mirip dengan warna background. Sebagai contoh, warna teks merah marun dipadukan dengan warna background coklat tua.
4. Tidak sesuai suasana atau genre cerita
Buku novel genre romantis dengan genre horror tentunya memiliki perbedaan dalam penataan desain covernya. Novel bergenre horor tetapi menggunakan perpaduan warna-warna pastel atau cerah bisa menghilangkan kesan mistis dan kurang mampu membangun suasana cerita yang kuat. Alhasil, pembaca kebingungan dalam memahami isi buku dan bukumu jadi tidak terlihat menonjol di rak buku.
Tidak hanya warna, pemilihan jenis font juga dapat membantu membangun suasana cerita. Untuk novel bergenre romantis, kamu bisa gunakan font yang memberikan kesan lembut dan hangat seperti font Script Elegan. Sementara novel genre horor bisa menggunakan font Serif Tegas untuk memberikan kesan serius.
5. Menggunakan terlalu banyak elemen
Kesalahan lainnya dalam desain cover buku yaitu menggunakan terlalu banyak elemen. Elemen-elemen desain yang ditumpuk atau diletakkan berdekatan, judul dan nama penulis yang besar, atau ilustrasi yang penuh membuat cover tidak memiliki ruang kosong untuk bernapas. Dampaknya, mata pembaca menjadi mudah lelah dan mudah melewatkan bukumu dalam sekejap.
Terlalu banyak elemen juga membuat fokus desain cover menjadi tidak jelas. Alhasil, pembaca bingung harus melihat bagian mana terlebih dahulu dan pesan atau isi buku yang ingin diwakilkan melalui cover pun bisa menjadi gagal tersampaikan.
6. Unsur cover kurang lengkap

Terakhir, kesalahan desain cover buku yang perlu dihindari penulis adalah unsur cover yang kurang lengkap. Cover buku yang baik memuat lima unsur utama yaitu judul, nama penulis, nama penerbit, sinopsis, dan nilai estetika. Melupakan satu unsur saja bisa membuat cover tidak berfungsi optimal dan kurang profesional.
Tabel Perbandingan Desain Cover Profesional vs Murahan
Sebagai panduan untuk membuat desain cover profesional, berikut tabel perbandingan antara desain cover yang terlihat profesional dengan yang murahan:
| Aspek | Ciri desain cover profesional | Ciri desain cover murahan/kurang profesional |
|---|---|---|
| Gambar dan ilustrasi | Beresolusi tinggi (minimal 300 dpi) | Beresolusi rendah |
| Typografi | Tidak menggunakan lebih dari 2 jenis font, font berkarakter, berlisensi, dan mudah dibaca | Menggunakan lebih dari 2 jenis font yang terlalu umum |
| Kombinasi warna | Memiliki kontras yang cukup antara warna teks dan background, serta perpaduan warna yang harmonis sesuai genre buku | Warna teks dan background mirip/senada sehingga teks sulit terbaca |
| Kesesuaian dengan genre cerita | Mampu mewakili genre atau isi buku dengan baik | Membuat pembaca bingung karena tidak mencerminkan isi buku |
| Elemen | Disusun seimbang dan memiliki ruang bernapas | Terlalu penuh sehingga tidak memiliki fokus yang jelas dan membuat mata mudah lelah |
| Unsur cover | Lengkap | Kurang lengkap |
Demikian enam kesalahan desain cover buku yang bisa membuat karyamu terlihat murahan atau kurang profesional. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut, harapannya kamu bisa membuat desain cover yang memiliki kesan pertama yang kuat dan mampu merepresentasikan isi buku dengan maksimal.
Cover buku yang menarik merupakan investasi berharga karena berperan penting dalam mengundang ketertarikan pembaca untuk membeli bukumu. Jika belum bisa mendesain cover buku sendiri, jangan ragu untuk meminta bantuan dari jasa desain cover profesional, ya. Mereka bisa membantu kamu membuat desain cover yang unik, menarik, dan memiliki daya jual tanpa mengesampingkan relevansinya dengan isi bukumu.
FAQ Seputar Kesalahan Desain Cover Buku
Inilah daftar pertanyaan yang sering diajukan penulis seputar kesalahan desain cover buku beserta jawabannya:
1. Apakah boleh menggunakan gambar dari Google untuk cover buku?
Tidak boleh, apalagi jika gambar tersebut tidak bersifat open sources. Hal bisa memicu permasalahan hak cipta.
2. Apa saja unsur yang ada di cover buku depan?
Di cover buku depan ada judul buku, kalimat penjelas judul, nama penulis, penerbit/logo penerbit, dan narasi singkat.
3. Apa saja unsur yang ada di cover belakang buku?
Umumnya, cover belakang buku harus memuat blurb, testimoni singkat, biografi singkat penulis (opsional), barcode ISBN, dan logo penerbit.
4. Kenapa cover buku harus mengandung ruang kosong?
Ruang kosong dalam cover buku membantu memberikan jeda untuk mengistirahatkan mata dan membuat pembaca bisa fokus pada elemen seperti judul atau nama penulis.
5. Berapa resolusi ideal gambar untuk desain cover buku agar hasil cetakannya jernih?
Standar resolusi untuk gambar desain cover adalah 300 dpi dengan format warna CMYK agar warna hasil cetakan tidak berubah di layar komputer sehingga hasilnya tetap sama setelah selesai dicetak.

