Deskripsi
Ada rasa yang tumbuh tanpa meminta izin. Ia datang
perlahan, menetap diam-diam, lalu mengubah cara
seseorang memandang dunia. Tentang jarak yang membuat
langkah terasa begitu panjang. Tentang perasaan yang
terpaksa disimpan karena keadaan belum memberi ruang
untuk sebuah pertemuan.
Ada hal-hal yang terkadang tidak mampu diucapkan.
Di dalamnya terdapat senja yang menyimpan kerinduan,
malam yang menjadi saksi percakapan dalam diam, doa-doa
yang seakan-akan tidak pernah terdengar, dan badai yang
menguji apakah sesuatu yang diperjuangkan benar-benar
layak untuk dipertahankan.
Sebab, semua hal yang kita inginkan tidak harus segera
kita miliki. Ada yang cukup dijaga. Ada yang cukup
didoakan. Ada yang perlu diperjuangkan. Ada pula yang
harus menunggu waktu mempertemukan.
MONOLOG DI ANTARA SUNYI | 1
Monolog di antara Sunyi adalah perjalanan tentang rasa
yang tidak banyak bicara, tetapi terus hidup di antara doa,
perjuangan, harapan, jarak, dan penantian. Sebuah
perjalanan yang terasa begitu jauh, tetapi diam-diam selalu
menjadi alasan untuk terus melangkah. Karena terkadang,
sesuatu yang paling berarti bukanlah tentang seberapa cepat
kita sampai, melainkan perjalanan itu mengubah kita
menjadi orang yang lebih pantas ketika telah sampai.






Ulasan
Belum ada ulasan.