Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Dalam bahasa Indonesia, dikenal beberapa jenis konjungsi. Di antaranya yaitu konjungsi intrakalimat dan antarkalimat yang akan menjadi fokus pembahasan kali ini.
Dalam penulisan bahasa Indonesia, konjungsi berperan penting dalam meningkatkan kohesi dan koherensi paragraf sehingga lebih runtut dan mudah dipahami. Tanpa konjungsi, kalimat akan terasa putus-putus dan membingungkan saat dibaca.
4 Perbedaan Konjungsi Intrakalimat dan Antarkalimat yang Perlu Kamu Ketahui
Nah, dalam artikel ini akan dibahas lebih rinci pengertian, jenis dan contoh, serta perbedaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat. Untuk menambah wawasan kebahasaanmu, yuk simak penjelasan berikut sampai akhir!
Apa Itu Konjungsi Intrakalimat?
Konjungsi intrakalimat adalah jenis konjungsi yang menghubungkan kata, frasa, atau klausa dengan kata, frasa, atau klausa berikutnya dalam satu kalimat. Jenis konjungsi ini umumnya terletak di bagian tengah kalimat. Bisa juga terletak di awal kalimat jika setelah konjungsi tersebut terdapat anak kalimat.
Bagaimana Contoh Konjungsi Intrakalimat?
Kata yang termasuk konjungsi intrakalimat antara lain dan, karena, jika, atau, adalah. Berikut contoh penggunaan konjungsi intrakalimat dalam kalimat:
1. Konjungsi “dan”
- Konjungsi intrakalimat dan antarkalimat merupakan dua jenis konjungsi berdasarkan posisi tiap susunan kalimatnya.
- Kerja sama yang baik antara ibu dan ayah dalam mengasuh anak sangat penting bagi tumbuh kembangnya.
2. Konjungsi “karena”
- Api yang membakar kawasan hutan Kalimantan menjalar cepat karena angin kencang dan cuaca panas.
- Hari ini Sungai Ciliwung meluap karena hujan deras yang tidak kunjung reda sejak sore kemarin sampai tengah malam.
3. Konjungsi “atau”
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang dilaksanakan untuk mengentas gizi buruk atau stunting.
- Olahraga bulu tangkis atau badminton adalah cabang olahraga yang bisa dimainkan tunggal, ganda, maupun campuran putra putri.
4. Konjungsi “jika”
- Para siswa akan dihukum berdiri di tengah lapangan jika terlambat masuk sekolah.
- Jika jumlah SKS kurang dari 120, mahasiswa belum bisa mendaftar seminar proposal.
5. Konjungsi “adalah”
- Al Qur’an adalah kitab suci umat islam.
- Telur adalah salah satu penyumbang protein yang baik untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
Apa Itu Konjungsi Antarkalimat?

Konjungsi antarkalimat adalah jenis kata hubung yang menghubungkan dua kalimat berbeda atau terpisah. Biasanya, konjungsi antarkalimat terletak di awal kalimat sebagai penghubung dengan kalimat sebelumnya sehingga kalimat-kalimat tersebut menjadi padu dan tidak terasa terputus-putus saat dibaca.
Bagaimana Contoh Konjungsi Antarkalimat?
Kata yang termasuk konjungsi antarkalimat antara lain oleh karena itu, namun, maka dari itu, dengan demikian, akan tetapi, di samping itu, selain itu, dan sementara itu. Berikut contoh kalimat yang menggunakan konjungsi antarkalimat:
1. Konjungsi “oleh karena itu”
- Rabu, 9 September 2026 merupakan Hari Olahraga Nasional. Oleh karena itu, seluruh guru dan siswa diminta mengenakan baju olahraga.
- Public speaking menjadi salah satu soft skill penting di dunia kerja. Oleh karena itu, Universitas Indonesia rutin mengadakan pelatihan public speaking bagi seluruh mahasiswa.
2. Konjungsi “namun”
- Namun, aku tidak tahu pasti kenapa dia tidak masuk kelas hari itu.
- Padahal dia tidak tidur larut malam. Namun, tetap saja dia bangun kesiangan dan terlambat ke sekolah.
3. Konjungsi “akan tetapi”
- Akan tetapi, wajahnya tetap terlihat cantik meskipun kulitnya sudah nampak mulai keriput.
- Akan tetapi, dia tidak mau menghampiri ibunya padahal sudah puluhan tahun tidak bertemu.
4. Konjungsi “sebaliknya”
- Sebaliknya, sahabatku justru kekeh ingin mempertahankan rumah tangga dengan suaminya meski sudah mengetahui bahwa ia memiliki wanita idaman lain.
- Sebaliknya, kami memilih tetap menunggu di bandara walaupun penerbangan pesawat tertunda beberapa jam.
5. Konjungsi “selain itu”
- Kebakaran hutan menyebabkan banyak satwa kehilangan tempat tinggal. Selain itu, asap tebal juga memicu penyakit infeksi saluran pernapasan dan terganggunya aktivitas warga.
- Banjir bisa diakibatkan aliran air yang tersumbat sampah. Selain itu, hujan deras semalaman juga semakin memperparah banjir.
6. Konjungsi “di samping itu”
- Kedai itu terkenal memiliki menu-menu yang enak, tetapi tetap terjangkau. Di samping itu, tempatnya juga bersih dan pelayanannya cepat.
- Desa ini terkenal sebagai desa wisata karena pemandangannya yang indah. Di samping itu, udaranya juga sejuk dan para warganya pun ramah.
7. Konjungsi “dengan demikian”
- Dengan demikian, seluruh pelajar dan mahasiswa menerapkan pembelajaran jarak jauh sampai pandemi covid-19 mereda.
- Dengan demikian, seluruh wali murid dari kelas satu sampai enam diminta menyumbang sebesar Rp250.000 untuk pengadaan alat marching band.
8. Konjungsi “sementara itu”
- Adik sedang mengerjakan PR di ruang tamu. Sementara itu, Ibu sedang membuatkannya susu di dapur.
- Beberapa bulan ini, kakak sedang sibuk mempersiapkan diri untuk tes CPNS. Sementara itu, adik masih fokus kuliah semester tiga jurusan Ilmu Komunikasi.
Perbedaan Konjungsi Intrakalimat dan Antarkalimat
Di bawah ini tabel yang menunjukkan perbedaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat dilihat dari beberapa aspek.
| Aspek pembeda | Konjungsi intrakalimat | Konjungsi antarkalimat |
|---|---|---|
| Letak | Di tengah-tengah kalimat | Di awal kalimat |
| Fungsi utama | Menghubungkan kata, frasa, atau klausa dengan kata, frasa, atau klausa berikutnya dalam satu kalimat | Menghubungkan dua kalimat berbeda/terpisah |
| Contoh kata | dan, karena, atau, jika, adalah, tetapi. | namun, oleh karena itu, sebaliknya, dengan demikian, sementara itu, di samping itu, selain itu, lagipula, akan tetapi.
|
| Penggunaan tanda koma | Pada umumnya tidak diawali/diikuti tanda koma (,), kecuali untuk konjungsi pertentangan seperti sedangkan dan tetapi | Diikuti tanda koma (,) setelah konjungsi tersebut. |
FAQ Seputar Perbedaan Konjungsi Intrakalimat dan Antarkalimat
Inilah daftar pertanyaan seputar perbedaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat beserta jawabannya:
1.Apa bedanya konjungsi “namun” dan “tetapi”?
“Namun” merupakan konjungsi antarkalimat yang menghubungkan dua kalimat berbeda, sedangkan “tetapi” termasuk konjungsi intrakalimat yang menghubungkan suatu kata, frasa, atau klausa dengan kata, frasa, atau klausa berikutnya di dalam satu kalimat.
2. Apakah boleh jika konjungsi “namun” diletakkan di tengah kalimat?
Sesuai kaidah kebahasaan yang baku (EDY V), kata “namun” tidak boleh diletakkan di tengah kalimat karena merupakan konjungsi antarkalimat yang menghubungkan dua kalimat berbeda sehingga perlu diletakkan di awal kalimat, lalu diikuti tanda koma (,). Jika hendak diletakkan di tengah kalimat, maka kamu bisa gunakan konjungsi “tetapi”.
3. Apakah konjungsi “karena” boleh ditulis di awal kalimat?
Boleh, jika kalimat tersebut adalah kalimat majemuk bertingkat. Yang mana, anak kalimatnya mendahului induk kalimat. Sebagai contoh, “Karena belajar dengan giat, adik berhasil meraih peringkat tiga besar di kelas.”
Nah, itulah tadi pembahasan penting seputar tata bahasa Indonesia, mulai dari pengertian, contoh, serta perbedaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat yang perlu kamu pelajari lebih lanjut agar tidak salah lagi dalam menggunakannya.
Memahami penggunaan konjungsi intrakalimat dan antarkalimat yang tepat membantu membuat tulisanmu menjadi lebih rapi, terstruktur, dan mudah dipahami pembaca. Gimana? Sekarang sudah tidak bingung lagi, kan? Semoga bisa dipahami, ya. Semangat menulis!

