Deskripsi
Letih tak selalu dapat diucapkan —kadang ia hanya menetap diam, seperti beban yang tak bisa dijelaskan tapi terasa di dada. Tuhan Aku Letih adalah ruang bagi suara-suara lirih yang tak berani lantang, bagi hati yang ingin bicara tapi hanya mampu berdoa dalam diam. Puisi-puisi ini lahir dari langkah yang terseok, dari napas yang mulai pendek, dan tentang jiwa-jiwa yang diam-diam berusaha bertahan.
Antologi puisi “Peluklah Aku Tuhan” ini merupakan karya bersama penulis dalam Lomba Puisi Batch 22 Volume 2 yang diselenggarakan oleh Halo Penyair.












Ulasan
Belum ada ulasan.