Deskripsi
Buku ini mengajak pembaca untuk merenung, merasakan setiap detik perasaan yang terpendam saat kita hanya bisa menyaksikan dari kejauhan tanpa bisa menyentuh, tanpa bisa berbicara. Setiap bait menjadi sebuah potret dari rindu yang terjaga, dari harapan yang tak pernah padam, dan dari luka yang tetap ada meski terpendam.
Dalam puisi-puisi ini, jarak bukan hanya soal fisik, melainkan juga ruang yang tercipta dalam hati dan pikiran. Antologi puisi “Tatapku Menyulam Bait Untukmu” ini merupakan karya bersama penulis dalam Lomba Puisi Batch 18 Volume 2 yang diselenggarakan oleh Halo Penyair.












Ulasan
Belum ada ulasan.